Lembaran Syair
Beranjaklah dari lembar ke lembar lainnya
Meresaplah ke dalam bait-baitnya
Urai makna dari tiap katanya
Renungilah kebenarannya
Biarkan hatimu tercambuk
Biarkan emosimu terbakar
Biarkan matamu berkaca
Biarkan otakmu berputar
Lewat kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Sekali waktu kau tersipu malu
Lalu senyummu selebar dagu
Di lain waktu kau menangis sendu
Kadang tangismu menderu-deru
Karena kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Maknanya tidaklah seberapa
Gaya bahasa pun ala kadarnya
Sastra bahkan tidak masuk di dalamnya
Hanya kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Meresaplah ke dalam bait-baitnya
Urai makna dari tiap katanya
Renungilah kebenarannya
Biarkan hatimu tercambuk
Biarkan emosimu terbakar
Biarkan matamu berkaca
Biarkan otakmu berputar
Lewat kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Sekali waktu kau tersipu malu
Lalu senyummu selebar dagu
Di lain waktu kau menangis sendu
Kadang tangismu menderu-deru
Karena kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Maknanya tidaklah seberapa
Gaya bahasa pun ala kadarnya
Sastra bahkan tidak masuk di dalamnya
Hanya kalimat sederhana
Dalam lembaran syair
Comments
Post a Comment